Tulungagung – BriantTV.com, Warga kurang mampu di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung kini memiliki fasilitas hunian serta sanitasi yang layak kini akhirnya berbuah manis lewat pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130.
Warga yang selama bertahun-tahun merindukan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang bersih dan higienis, kini bisa bernapas lega. Pengerjaan sanitasi di kediamannya terus digenjot oleh prajurit gabungan dan warga setempat, di mana progresnya kini telah mencapai 60 persen. Huniannya yang semula dikategorikan sebagai Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kini mendapat perbaikan total. Struktur bangunan lama yang rapuh digantikan dengan pengerjaan yang jauh lebih kokoh, lengkap dengan pemasangan rangka atap baru.
”Saya sangat bersyukur dan berterima kasih sekali kepada bapak-bapak TNI dan pemerintah. Dulu rumah saya kondisinya sangat prihatin, sekarang sudah dibangun jadi kokoh. Terima kasih banyak, program TMMD sangat membantu kami,” ujarnya salah satu warga yang penuh haru saat ditemui di lokasi pengerjaan, Sabtu (24/10).
Program TMMD sendiri merupakan wujud nyata sinergitas lintas sektor antara TNI, Pemerintah Daerah, serta masyarakat. Tujuan utamanya tidak lain untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di tingkat desa, mendorong pengentasan kemiskinan, hingga meningkatkan taraf kesejahteraan warga di wilayah pelosok dan rawan sosial.
Untuk memastikan seluruh sasaran fisik selesai tepat waktu, sebanyak 150 personel gabungan TNI diterjunkan langsung ke lapangan. Unsur satuan tersebut terdiri dari prajurit Marinir, Angkatan Udara (AU), Yon TP 886 Tulungagung, hingga Kodim 0807/Tulungagung. TMMD ke-130, Kapten Inf. Edi Priyanto, menegaskan bahwa kehadiran ratusan prajurit ini merupakan komitmen nyata TNI dalam mengabdi kepada masyarakat.
”Program bantuan dalam TMMD ke-130 ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Tujuan kami adalah mendorong percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami menargetkan seluruh pengerjaan fisik, baik MCK maupun RTLH, berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” tegas Kapten Inf. Edi Priyanto.
Tak sekadar menghadirkan perubahan fisik berupa tembok beton dan rangka atap yang kokoh, kehadiran program TMMD ke-130 di Desa Pojok juga berhasil menghidupkan kembali tradisi gotong royong warga. Lewat kolaborasi ini, TMMD tidak hanya meninggalkan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan jangka panjang, tetapi juga menanamkan harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat. (Yul/BV)






