Limbu Mbaso Pemuda Kaili 2026 Teguhkan Persatuan dan Komitmen Pemuda Mengawal Pembangunan Sulawesi Tengah
>> Daerah>> Limbu Mbaso Pemuda Kaili 2026 Teguhkan Persatuan dan Komitmen Pemuda Mengawal Pembangunan Sulawesi Tengah
Limbu Mbaso Pemuda Kaili 2026 Teguhkan Persatuan dan Komitmen Pemuda Mengawal Pembangunan Sulawesi Tengah
PALU – Front Pemuda Kaili (FPK) sukses menggelar perhelatan akbar bertajuk Limbu Mbaso Pemuda Kaili dengan mengusung jargon filosofis “Mosangu Mompakambaso Ngata” yang berarti Bersatu Membesarkan Negeri. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan tersebut digelar di Gedung Olahraga Bumi Kaktus (GBK) Andi Raga Petalolo, Kota Palu, Sabtu malam (20/6/2026).
Agenda utama kegiatan ini dirangkaikan dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus FPK se-Sulawesi Tengah. Momentum tersebut menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen pemuda Kaili dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga stabilitas sosial, serta melestarikan nilai-nilai adat dan budaya lokal.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah, di antaranya Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid, Pangdam XXIII/Palakawira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Nasri Sulaeman, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Zullikar Tandjung, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah Dr. H. Junaidin, serta Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah H. Hidayat Pakamundi yang mewakili Ketua DPRD Sulteng.
Turut hadir Ketua Umum PB FPK Sulawesi Tengah Moh. Erwin Lamporo, Ketua Dewan Pembina H. Rusdi Mastura, Ketua Dewan Penasehat Moh. Irwan Lapatta, dan Ketua Dewan Pengarah H. Husen Habibu.
Dalam prosesi pelantikan, pembacaan ikrar FPK yang dipimpin Awaludin menegaskan komitmen organisasi untuk mendukung program-program pemerintah di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, ekonomi, politik, hukum, hingga pelestarian adat dan budaya.
Sebagai bagian dari penghormatan adat, FPK juga menobatkan H. Rusdi Mastura sebagai Panglima To Kaili.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyerahan Guma, senjata tradisional khas Kaili, kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Pangdam XXIII/Palakawira, Kapolda Sulteng, Kajati Sulteng, unsur DPRD, serta Kakanwil Kemenag Sulteng sebagai simbol amanah untuk menjaga keamanan, persatuan, dan kedamaian daerah.
Ketua Dewan Pengarah FPK, H. Husen Habibu, dalam orasinya mengajak seluruh kader untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga daerah dan memperkuat peran pemuda Kaili di berbagai sektor pembangunan.
“Kami ingin ada anak Kaili yang menjadi jenderal, menjadi Panglima Kodam, karena kita adalah bagian utuh dari Indonesia. Kita harus menjadi pelaku utama pembangunan, bukan hanya menjadi penonton,” tegas Husen.
Senada dengan itu, Ketua Umum PB FPK Sulawesi Tengah, Moh. Erwin Lamporo, mendorong terbukanya akses yang lebih luas bagi generasi muda lokal untuk memperoleh kesempatan kerja dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Ia juga mengusulkan agar proses seleksi akhir penerimaan TNI dapat dilaksanakan langsung di Sulawesi Tengah guna memberikan kemudahan akses bagi putra-putri daerah yang ingin mengabdi kepada bangsa dan negara.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat FPK, Moh. Irwan Lapatta, memberikan apresiasi terhadap perjalanan pembangunan Sulawesi Tengah yang menurutnya terus mengalami kemajuan dari masa ke masa. Ia menilai kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid telah menghadirkan berbagai langkah progresif, khususnya dalam sektor pendidikan.
“Pak Gubernur Anwar Hafid telah melakukan lompatan besar, salah satunya melalui komitmen kuat terhadap penguatan pendidikan dasar,” ujar Irwan.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid menyampaikan rasa bangga atas kehadiran FPK sebagai organisasi kepemudaan yang tidak hanya menjaga eksistensi budaya Kaili, tetapi juga turut memperkuat persatuan dan stabilitas daerah.
Menurut gubernur, karakter masyarakat Sulawesi Tengah yang tangguh tidak terlepas dari kondisi geografis wilayah yang berada di kawasan rawan bencana, termasuk keberadaan Sesar Palu-Koro yang dikenal sebagai salah satu sesar aktif di dunia.
“Alam telah membentuk masyarakat Sulawesi Tengah menjadi pribadi-pribadi yang kuat, tangguh, dan tahan menghadapi berbagai tantangan,” ujar Anwar.
Gubernur juga berpesan agar generasi muda Kaili tetap memegang teguh nilai-nilai luhur warisan leluhur, seperti Nosarara Nosabatutu yang mencerminkan persaudaraan, Nosangu Norambanga yang menggambarkan semangat kebersamaan dan gotong royong, serta Mosipatuju dan Mosimpatago yang mengajarkan saling menghormati dan menyayangi sesama.
Menutup sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa kemajuan daerah dan generasi muda harus dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni Unto (kecerdasan), Dota (kemauan), dan Rara (keberanian).
“Ketiga nilai ini menjadi fondasi karakter masyarakat Sulawesi Tengah yang kuat. Karena itu, saya memilih prinsip Berani, Cerdas, Nambaso sebagai semangat membangun daerah yang lebih maju,” pungkas Gubernur.
Melalui pelaksanaan Limbu Mbaso Pemuda Kaili 2026, FPK menegaskan perannya sebagai wadah pemersatu pemuda Kaili yang siap berkolaborasi dengan pemerintah, menjaga kelestarian budaya, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan Sulawesi Tengah menuju masa depan yang lebih maju dan berdaya saing.
Liputan : red
